Kisah Tentang Malam

Malam suka hadir dengan raut masam
Ia pikir, hadirnya buat penikmat senja beranjak dari duduk manisnya
Memang, terkadang manusia-manusia itu masih menatap malam
Namun hanya ketika rembulan datang laksana bintang tamu

Sisanya masuk kedalam gedung-gedung yang mereka sebut rumah
Beberapa tergeletak dengan nestapa
Mencari cara untuk pulang, atau mencari pulang itu sendiri

Kadang Malam menyaksikan sebuah pembicaraan istimewa
Ditemani asap yang mengepul dari mulut si pembawa berita
atau sesekali diiringi aroma alkohol yang terlalu menusuk
Dan tawa yang Malam anggap tidak manusiawi

Lalu Malam sering juga mendengar isakan
Dari jendela atau rumah ibadah
dengan kedua tangan si pemilik suara yang mengadah ke arah langit
Diiringi alunan merdu dari ayat-ayat kitab suci

Lagipula Malam, ku bilang, siapa yang tahan hanya berduaan denganmu?
Dengan airmata yang mengalir
atau tatapan kosong
Akibat kenangan yang gemar datang sembarangan ketika tahu Malam sudah datang

Seruannya (kenangan), selalu berhasil membuat hati siapapun porak poranda
Yang sisa-sisa kekacauannya harus segera ia bereskan agar esok pagi kembali apik
Kembali mengelabui semesta bahwa ia memang sedang baik-baik saja


Tapi Malam ini berbeda
Ia datang lebih dingin dari biasanya, lebih gelap dari lasaknya
Kali ini tanpa rembulan

Tapi aku menatapnya dengan penuh pertanayan
"Malam, kemana rindu-rindu yang kerap membuntutimu setiap kau datang?"
Malam bilang,
"Rindu itu tenggelam seiring waktu,
rindu itu sudah tersesat,
kamu tidak sadar ia hilang dimana,
dan sekarang,
yang tersisa hanya kita"


Source: Pinterest


Bintaro, 21 Januari 2018



With love,
D



Lalu aku tersenyum menatap Malam
"terimakasih, selama ini sudah menemani"

Comments

Popular Posts