Morning Mantra
Nothing worth having comes easy
With love, D
Sering dengar kalimat itu? Kebetulan, kalimat yang sering dijumpai di tumblr atau akun puitis instagram itu saya jadikan "morning mantra" saya.
21 tahun hidup bukan perkara yang mudah. Haha hihi tiba-tiba skripsi? Haha hihi tiba-tiba kehilangan? Mungkin saya salah satu yang beruntung, cobaan saya tidak seberat orang-orang berumur 21 tahun lainnya di luar sana, tapi membandingkan diri sendiri dengan orang lain bukan suatu hal yang bijak. Masing-masing individu punya skala besar-kecil yang berbeda tentang masalahnya sendiri.
Untuk beberapa orang, diingatkan untuk "bersyukur" bukan jalan keluar, walaupun memang itu kuncinya. Saya juga pernah berada pada masa ketika saya fokus pada hal-hal yang membuat saya sedih daripada hal-hal yang seharusnya saya syukuri, sampai suatu ketika, kesadaran itu muncul sendiri. Benar kata orang-orang, yang bisa menolong kita adalah diri kita sendiri. Seberapa kuat kita untuk melihat dari perspektif yang berbeda, dan menemukan dari sisi mana sih sebenarnya posisi paling ideal untuk melihat permasalahan kita supaya kita jadi lebih bijak dalam menghadapi sesuatu?
Kembali ke morning mantra saya, disini saya bukan mau menceritakan tentang makna kalimat tersebut, tapi saya ingin mengajak pembaca untuk menemukan mantra Anda sendiri. Kata-kata, dan prinsip yang saya pegang itu yang membuat saya belajar untuk tidak egois dan melihat kesekitar. Mantra itu yang membuat saya bangun dan sadar kalau saya bukan korban dari hal-hal yang saya rasa buruk yang orang lain lakukan kepada saya. Hingga akhirnya saya bertanya-tanya, kok saya mau dianggap jadi korban oleh diri saya sendiri sih? Lalu saya coba bangkit dan lihat dari sisi lain. Belajar kalau ada masanya saya juga menyakiti orang lain. Kalau ada masanya saya berada di puncak tanpa saya sadari, karena saya hanya selalu mengeluh saat berada di roda paling bawah.
Hidup ini banyak kesulitannya. Tanpa saya sadari juga sebenarnya Tuhan sering memberikan hal-hal yang saya inginkan secara mudah. Tapi untuk hal-hal yang sulit saya dapatkan, yang tidak selalu membuat saya bahagia dalam perjalanannya, yang Tuhan berikan rintangan dalam setiap tikungannya, saya rasa Tuhan ingin mengingatkan saya bahwa apa yang akan saya dapatkan memang suatu hal yang sangat berharga, sehingga memang tidak mudah perjalanannya, tapi dengan kesabaran dan lapang dada, hal yang berharga itu kelak bisa sampai di tangan saya.
Jadi, untuk orang-orang yang sedang merasa tersesat, saya sarankan: baca! Saya sempat baca di suatu kanal berita bahwa baca buku bisa jadi terapi untuk sehat jiwa. Gali keingintahuan kalian. Temukan kata-kata yang bisa menggugah semangat kalian, dan voila! Semoga lekas membaik, semoga lekas sembuh! Semangat menjalankan hidup dari kekuatan kata-kata tersebut. Selamat menjadi diri sendiri yang lebih baik setiap harinya.
Bintaro, 3 Februari 2019
With love, D

Comments
Post a Comment