Tuan!!!
AKU kunci pintu, jantungku berdebar kencang, mataku terlalu panas sekarang
lalu aku mengatur napas dalam hati
satu, dua, tiga, ...sepuluh!
Emosiku memuncak saat aku melihat kamu berjalan dari arah dapur, menyeduh kopi dengan kaos usang yang sudah aku taruh berkali-kali ke dus dengan tulisan "barang yang tidak lagi dipakai" yang selalu kamu pungut lagi
Padahal sudah aku belikan kamu kaos-kaos baru yang nyaman untuk kamu pakai, karena dengan pakaiannmu yang sudah terlalu banyak lubangnya itu bisa buatmu masuk angin!
Tau masuk angin gak?Gugel sana!
Sapaanmu tidak sempat kamu selesaikan karena aku langsung menangis dan seluruh kata-kata bernada tinggi meluncur dari mulutku, berharap kamu bisa tertampar dan jera untuk tidak lagi-lagi mengabaikan omonganku sembarangan
Seperti tidak cukup hari ini dunia buatku gila, kamu disini malah cari masalah baru
Kamu hanya melongo dan menaruh gelasmu di meja terdekat,
kebingungan,
mau tak mau harus mendengarkan rentetan amarahku,
Lalu kamu mencoba menenangkanku
Seketika tangisanku bertambah deras, bicaraku semakin sulit, dadaku sesak,
dan keluarlah itu;
beban itu,
amarah itu,
rasa lelah itu,
ketakutan itu,
semuanya.
Walaupun aku sadar ini pasti kerjaan kepalaku yang suka melebih-lebihkan dan suka cari perhatian
Ingin semesta tahu apa yang sedang aku rasakan, dan kalian juga harus tau rasanya!
Kamu mengangguk, mengernyit, dan sekali lagi meledakkan amarahku ketika kamu bilang "itu cuma ada di kepalamu saja"
...
Lalu kata kita bersahutan
Maka setelah entah bagaimana argumen kita berakhir damai, aku menemukan diriku sesenggukan dalam pelukanmu
kamu itu
'''Kayaknya kamu mau datang bulan ya? Marah-marah mulu"
Ingat ya, aku paling gak suka kalau kamu bawa-bawa urusanku dengan bulanku supaya jadi pembenaran atas kemarahanku, padahal alasan sebenarnya ya, kamu itu yang gak mau dikasih tau!
Tuh sampai aku kasih underline
Nyebelin dasar
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bintaro, 8 Mei 2019
With love, D
lalu aku mengatur napas dalam hati
satu, dua, tiga, ...sepuluh!
coffee from pinterest.com
Padahal sudah aku belikan kamu kaos-kaos baru yang nyaman untuk kamu pakai, karena dengan pakaiannmu yang sudah terlalu banyak lubangnya itu bisa buatmu masuk angin!
Tau masuk angin gak?
"Hai! Udah pulang rupanya..."
Seperti tidak cukup hari ini dunia buatku gila, kamu disini malah cari masalah baru
Kamu hanya melongo dan menaruh gelasmu di meja terdekat,
kebingungan,
mau tak mau harus mendengarkan rentetan amarahku,
Lalu kamu mencoba menenangkanku
"Hey, are you okay?"
dan keluarlah itu;
beban itu,
amarah itu,
rasa lelah itu,
ketakutan itu,
semuanya.
Walaupun aku sadar ini pasti kerjaan kepalaku yang suka melebih-lebihkan dan suka cari perhatian
Ingin semesta tahu apa yang sedang aku rasakan, dan kalian juga harus tau rasanya!
Kamu mengangguk, mengernyit, dan sekali lagi meledakkan amarahku ketika kamu bilang "itu cuma ada di kepalamu saja"
...
Lalu kata kita bersahutan
kamu gerah
kamu marah
tapi kamu tidak pernah menyerah
Kamu bukan penyerah, bukan orang yang seperti itu
Maka setelah entah bagaimana argumen kita berakhir damai, aku menemukan diriku sesenggukan dalam pelukanmu
dan tenang,
selalu berakhir seperti itu
Ajaib ya,kamu itu
'''Kayaknya kamu mau datang bulan ya? Marah-marah mulu"
Aku mendongakkan kepala menatapmu lagi.
!!!
!!!
Baru kau redupkan api itu, kini kau nyalakan lagi!
Tuh sampai aku kasih underline
Nyebelin dasar
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bintaro, 8 Mei 2019
With love, D


Comments
Post a Comment