Pesan dari Aku, untuk Aku dan Kalian
Hidup itu penuh dengan berbagai kemungkinan
Strategi untuk bertahan hidup
Keinginan untuk melangkah
dan kekuatan untuk menerima penolakan
Sekarang, kenapa harus takut gagal?
Toh kesempurnaan itu milik Yang Kuasa
Manusia memang tempatnya salah
Jadi kenapa harus dijadikan beban yang didramatisir?
Dari aku yang masih waras
Tarik napas, buang
Tata ulang lagi yang berantakan
Satu per satu, tak apa
Kita bukan lagi balita yang menangisi bangunan yang ia buat dari susunan balok kayu berantakan karena tersenggol tangannya sendiri
Tangisan kita sudah tidak bisa mereka maklumi
Entah akan jadi cibiran, atau menarik perhatian
Apapun itu, jelas bukan respon yang kita inginkan
Kamu sudah punya belasan tahun untuk bertumbuh
Kamu sudah belajar berjalan, berlari, dan jatuh
Kamu sudah paham bahwa luka itu perlu dirawat dengan baik agar sembuh
Ditangisi tanpa memminta pertolongan toh tidak ada gunanya
Tapi kalau kamu sudah tidak bisa membendungya, hadirkan saja air mata itu
Dia selalu jadi teman untuk menemani rasa sakit itu
Ini dari aku; waktu masih waras
Genggam tangaku; ayo bangkit lagi
Bintaro, 7 Juni 2020
_________________________________________________________________
Jadi ini dari aku yang sedang tidak baik-baik saja di detik ini. Mungkin detik selanjutnya aku baikan.
Karena sudah tidak lama menulis, aku sedang membongkar aplikasi "notes"ku, yang jadi pertolongan pertama ketika pikiranku penuh dan dadaku sesak, hingga ketika kepalaku penuh inspirasi dan warnanya bervariasi.
Sepertinya aku sudah siap membagi isi pikiranku yang tahun lalu sepertinya terlalu privasi untuk dibagi. Jadi, selamat membaca.
Puji syukur, tahun ini membawa banyak berkah untukku. Salah satu teman kita, pembaca blog ini, mencoba menghubungiku dan memberikan apresiasi yang luar biasa; dengan memberitahuku bahwa dia sangat menikmati tulisanku. Padahal aku rasa tidak ada yang menarik dari blog ini selain aku jadikan diary terbuka untuk dibaca teman-teman.
Dia mengingatkanku untuk tetap menulis. Haha. Semoga ya.
Ngomong-ngomong, pikiranku suka jahat dengan diriku sendiri kalau sedang waras. Jadi maaf kalau tulisan ini terlalu kasar. Kamu selalu boleh merasakan kok. Kamu boleh sekali-kali lelah. Jadi jangan khawatir.
__________________________________________________________________________________
With love, D

Comments
Post a Comment